Random Blabbering Setelah nonton History of Birth Control di yutup

Hellaww


Kali ini gw mau blabbering random aja setelah nonton tentang history of birth control di yutup. Gw anaknya suka banget nontonin & kepoin video2 di yutup tentang apapun. Bisa tentang how victorians do their daily activities, tentang sejarah sikat gigi, ttg concentration camp nya nazi, dan beberapa hari lalu gw nonton tentang sejarah birth control.


Menurut gw ini menarik. Gw sempet beberapa kali mikir yang pertamakali tercetus ide bikin birth control itu pihak cowok atau cewek ya? setelah nonton gw tau ternyata cewek! 

Faktanya, tahun 1400an itu orang-orang percaya kalau perempuan yang udah menikah harus melahirkan banyak anak. Yang nggak mau, dianggap pendosa besar sama pemuka-pemuka agama dan petinggi negara di jaman itu. Kalau udah hamil, setelah lahiran pun perempuan dituntut harus secepatnya kembali ke urusan ranjang, jadi mereka akhirnya bela-belain nggak breastfeed anak sendiri. Kegiatan menyusui biasanya di kasih ke ibu susuan atau jmn dulu istilahnya wet mother karena si perempuan harus segera melayani suaminya lagi. 

hehe wow.

Padahal di jaman segitu, health care masih cupu, kematian ibu anak masih sangat tinggi mulai dari awal kehamilan sampai lahiran. Bahkan, anak yang bisa bertahan hidup sampai umur 3 tahun itu rate nya rendah banget karena hygiene & beberapa perabot rumah tangga ada yang mengandung racun (yes, kayak kandungan arsenik di wallpaper & timbal di cat kayu untuk furniture, juga buat mainan anak2). Di jaman itu, midwife atau bidan pun banyak yang dibunuh-bunuhin karena sering dituduh sebagai witch :v jadi jarang banget ada yang assist seorang ibu selama kehamilan sampai yg mau lahiran. 

Kenapa bidan sering dituduh sebagai witch? nah, gini.

Jadi kan jaman dulu itu perempuan dituntut untuk melahirkan banyak anak, tapi tentu aja pasti ada beberapa perempuan yg nggak mau punya anak banyak-banyak karena satu dan lain hal. Jadi akhirnya banyak ibu-ibu yang ga mau hamil tapi malah hamil akhirnya ke bidan untuk menggugurkan kandungannya. Caranya macem-macem, ada yang minum ramuan tertentu (bahkan mnrt video itu, kalo di area asia timur minum larutan campuran timbal sama apaa gitu :"")) gila yak, keguguran iya nyawa juga ilang) ada juga yg makan buah tertentu kayak nanas dsb. Ada juga yang melakukan pijet2. Macem-macem lah. Nah bidan-bidan ini dianggap berdosa karena mencegah kelahiran, akhirnya dituduhlah mereka sebagai witch supaya bisa diburu oleh petinggi negara & pemuka agama untuk dibakar hidup-hidup. Kenapa dibakar? karena orang jaman dulu percaya ilmu witch mereka cuma hilang kalau dilalap api :v 


oke balik lagi. 

jadinya jaman itu banyak anak yang akhirnya ga keurus dan terlantar. Kondisi ekonomi keluarga juga buruk, belum lagi karena saking banyaknya manusia yang harus dikasih makan sedangkan resource makanan saat itu blm sebanyak sekarang, kelaperan dimana-mana, kemiskinan juga merajalela, dsb, ini semua akarnya karena 1 hal: Unplanned Family. 

Baru di tahun 1870an (late Victorian) mulai ada revolusi industri, perempuan yang kerja di pabrik dan kantor-kantor semakin banyak, dan mereka semakin sering bersosialisasi. Perempuan semakin banyak yang sadar kalau sebetulnya mereka punya hak untuk merencanakan keluarganya, dan punya kuasa penuh atas pilihan mau beranak/jadi ibu apa nggak.
Waktu itu term nya adalah Voluntary Motherhood.

Terus di tahun 1916an semakin banyak perempuan sadar kalau unwanteed baby will just ruin their life and family. Gimana nggak, kalo mnrt pemikiran gw pribadi nih ya, misal kondisi negara jaman itu masih bisa dibilang miskin, dan kelaparan dimana-mana. Untuk makan berdua (suami-istri) aja kadang 1 roti dibagi 2, dan lauknya cuma sepotong keju. Terus, karena miskin, misal si suami yg kerja istri ngurus rumah, suami pekerja pabrik dapet upah harian yg cuma cukup untuk beli makan 2 kali misalnya, itu udah paaass banget. Eh taunya punya anak, dan mereka harus mencukupi kebutuhan si bayi juga dengan kondisi suami-istri ini yang masih harus effort untuk nyari makan dirinya sendiri. Mnrt gw wajar kalau akhirnya banyak bayi dibuang krn mereka ga sanggup ngebesarin bayinya. si suami-istri ini bisa aja stress karena hal ini dan nggak nutup kemungkinan akan punya impact ke aspek-aspek lainnya. 

Kemudian ada Margaret Sanger, gw lupa dia ini nurse atau dokter, intinya dia berkecimpung di bidang kesehatan gt lah, dia mempopulerkan istilah "Birth Control" dan akhirnya jadi terkenal. Menurut dia, perempuan harus mempunyai kontrol penuh atas kehidupan reproduksinya. 

I INSTANTLY IN LOVE WITH HER.

Di taun-taun segitu, kondom udah ditemuin (seinget gw ada 2 macem, ada yg dibikin dari usus hewan, ada juga yang dari karet, tp tebelnya kayak ban dalem sepeda katanya wkwkwk) dan kalau untuk yang cewek, ada serviks cap. Tapi sayangnya, ketika Margaret buka klinik kontrasepsi pertama di US, klinik itu cuma bertahan praktek selama 11 hari, kemudian ditutup paksa oleh negara, dan Margaret dipenjara :)) untungnya, berkat dia jadi banyak perempuan yang akhirnya berani memutuskan dan mau kontrasepsi untuk menghindari unwanted child dan akibat-akibat lainnya itu tadi. 

lavv

Baru akhirnya di tahun 1921 Margaret bikin lembaga yang namanya American Birth Control League, yang sekarang jadi Planned Parenthood. Margaret mempopulerkan 2 alat kontrasepsi tadi untuk alat kontrasepsi yang aman. Sejak saat itu, kondom akhirnya berkembang sampe kayak sekarang, kemudian abis itu baru ditemuin IUD.


Kalau ditarik balik lagi ke jaman victorian, ada istilah coitus interruptus (googling sendiri ya wkwk), jaman victorian dianggap metode yang paling aman untuk mencegah kehamilan yg nggak diinginkan. Tp ya yg namanya manusia yakan, pasti terjadi kecelakaan-kecelakaan dong. Misalnya nggak hamil pun, tanpa pengaman dan kondisi hygiene yg waktu itu masih cupu, jadinya banyak banget yang kena sifilis. 

Hampir gaada dokter yang mau handle orang dengan sifilis di jaman itu karena ada stigma negatif yg parah ttg STD. Bahkan yaaaa ga jarang orang2 waktu itu bilang sifilis adalah akibat dari witchcraft wkwkwkwwkwk asleeeee untung gw ga lahir di jaman itu, bisa dianggep witch & big sinner juga gw kayanya :)))


JADI POIN GW ADALAHH

Apapun keputusan seorang perempuan soal punya anak, bisa itu tentang menunda kehamilan, atau memutuskan untuk nggak mau punya anak, yab itu terserah dia, itu hak dia. ITS HER CHOICE.

Mnrt gw pribadi, siapapun nggak punya hak untuk ngomong "ih masa ga mau punya anak, nanti kesepian lho" hey siapa tau dia udah merasa komplit dengan hidupnya. Siapa tau punya trauma tersendiri akibat cara parenting dari org tua si perempuan waktu kecil. Siapa tau juga si perempuan ini memang nggak mampu untuk punya anak meski dia bisa menstruasi. Bahkan mnrt gw nanya atau kayak ngmg "untuk apa sih nunda, nanti keburu tua lho, capek, ga bisa main sama anak cucu lho" atau "untuk apa nikah tp ga mau punya anak?" 

ehem, gini ya, mnrt gw -lagi- nikah itu tujuannya ga cuma untuk beranak, bambang. Nikah itu tujuannya untuk mencari ketenangan lahir batin, mencari kebahagiaan, menyempurnakan ibadah, dan mungkin ada value-value lain yg lebih personal, who knows. 

Companionship & rasa aman juga kebutuhan dasar manusia lho, ga cuma beranak doang. emang dikira punya anak ga makan waktu & tenaga apa :v Bahkan ada riset yg menunjukkan, happiness dari sebuah couple itu akan menurun sebanyak 24% setelah punya anak. Ada orang yang sudah merasa cukup dengan menjalani hidup berdua dengan pasangannya aja, dan ga mau mengorbankan kebahagiaan yg dia rasain dengan adanya anak/tanggungan. 

Gw pribadi, setelah nikah memutuskan untuk menunda minimal 6 bulan untuk hamil. Selain karena alasan kesehatan, gw juga mau kenal suami gw lebih dalem & mau ngasih waktu ke diri gw sendiri untuk adaptasi sm lingkungan baru gw dan peran gw sebagai istri. Gw mau berproses dan belajar dulu juga ttg banyak hal dlm hidup, kayak contohnya, kenapa gw masih suka ngerasa insecure setelah nikah, kenapa gw masih suka ga bisa ngontrol emosi, kenapa masih suka males ini itu, intinya gw mau banyak2in refleksi diri & benerin fisik. Tentunya ketika keluarga gw dan orang-orang yg sering interaksi dengan gw denger ttg keputusan gw, ada yang kayak gitu juga hehe nanya2 'ih kenapa nundaa' "atau kayak 'berarti dari awal lo nikah lo pake pengaman?? hah???" atau kayak "jangan nunda lah mbak, nanti keburu susah hamil lho" (mon maap ini korelasinya gmn y wkwkwkwk :v dan ya banyak lah. Tp gw sm suami udah mantap, mau nunda. apapun kata mereka gw ga peduli dan I will not hesitate to speak kalau ada yg ngmg itu lagi ke gw. Sorry not sorry kalau gw cukup loud dan keras kepala soal ini karena ini hidup gw, yang ngejalanin gw, dan yang paham kondisi  fisik ini ya cuma gw, suami dan dokter. I have my own view of life.


Intinya hargai keputusan setiap perempuan terhadap kehidupan reproduksinya, hargai keputusan perempuan untuk keluarganya, dan untuk kebahagiaannya. Thats it!

Comments

Popular posts from this blog

Ngatur duit setelah nikah? pt2

Pregnancy! part 2 -what a pregnancy! -

Ngatur duit setelah nikah? pt.1